Riwayat Singkat Nabi Muhammad saw

Nama lengkap beliau: MuḼammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim, lahir di Mekkah pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal (Mulud) tahun Gajah , atau bertepatan dengan tanggal 20 April 570 Masehi...

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Rumah Tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Tangga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2016

Astaghfirullaah ... Derita Seorang Ibu Di Zaman Modern

Seorang laki-laki sedang berjalan bersama istrinya. Berkeliling ke pusat perbelanjaan. Lalu mengakhiri perjalanan mereka di sebuah toko perhiasan. Lama memilih, sang istri memutuskan untuk membeli sebuah kalung. Dia mengambil yang paling bagus. Paling mahal. Model terbaru.


Bersama keduanya ada seorang wanita yang sudah renta. Terlihat nikmat menggendong seorang anak, cucunya. Meski ada gurat lelah dan tertekan yang mustahil disembunyikan. Wanita itu tak lain adalah mertua dari sang laki-laki.

Kalung itu dijanjikan oleh sang suami sebagai hadiah hari raya. Agar suka cita semakin lengkap dengan perhiasan baru. Mewah. Bisa ditunjukkan kepada keluarga, tetangga, dan teman-temannya.

Saat hendak membayar, sang suami bertanya kepada kasir toko, “Semuanya berapa, Pak.”

Si penjaga toko tersenyum, lantas berkata lembut, “Dua puluh juta dua ratus ribu.”

Segera menoleh ke arah kasir, sang istri menukasi dengan gegas, “Kok dua puluh

juta dua ratus ribu? Bukannya tadi saya lihat harganya hanya dua puluh juta?”

Sang suami menyampaikan keterangan, “Ibumu yang sudah tua itu mengambil kalung seharga itu.”

Dengan nada kesal bertabur benci, sang istri mengatakan, “Wanita yang sudah tua tak perlu mengenakan kalung. Gak cocok pakai perhiasan.”

Tanpa satu kalimat pun, sang ibu segera bergegas. Pergi dengan perasaan terluka perih. Menuju mobil.

Mengetahui kejadian yang tak seharusnya, sang penjaga toko berusaha menyampaikan nasihat kepada sang laki-laki, sebagai imam bagi istri dan ibu mertuanya. “Na’udzubillah. Kalian tidak pantas menyampaikan kalimat tersebut. Datanglah kepada ibumu dan mohonlah maaf kepadanya.”

Sepasang suami-istri ini segera memberikan uang pembayaran. Lalu pergi menuju mobil.

Di mobil, sang istri berkata kepada ibunya, “Pakailah. Ini kalungmu.”

“Aku memang tidak pantas menggunakan perhiasan. Sudah tua. Aku hanya ingin berbahagia di hari raya. Tapi kalimat yang kalian sampaikan telah melukai hatiku. Perih. Pedih.” ungkap sang ibu, lirih.

Kawan, kisah ini nyata. Bahkan banyak terjadi di zaman ini. Ada begitu banyak anak yang kaya, memiliki jabatan dan pendidikan tinggi lalu menganggap orang tuanya sebagai pembantu. Mereka tak kuasa berlaku sopan. Mereka hanya membutuhkan orang tua untuk keperluan-keperluan yang tidak terhormat.

Semoga kita terhindar dari buruknya sikap ini. Aamiin.

Wallahu a’lam.

Sumber: kisahikmah.com

Apa Hukum Meminum Air Susu Istri ?


Tak ada yang tidak transparan dalam Islam, termasuk soal urusan ranjang. Sepanjang tidak terkait dengan deskripsi praktik dan detil, maka semua terbuka, dan dibolehkan untuk dibicarakan.

Satu hal yang mungkin tak akan bisa terhindarkan dalam hubungan suami istri adalah percumbuan sebelum dan ketika melakukan hubungan yang dalam Islam ini sangat suci. Bagaimana jika istri kemudian tengah berada dalam kondisi menyusui?

Dibolehkan bagi suami untuk menghisap puting istrinya. Bahkan hal ini dianjurkan, jika dalam rangka memenuhi kebutuhan biologis sang istri. Sebagaimana pihak lelaki juga menginginkan agar istrinya memenuhi kebutuhan biologis dirinya.

Adapun ketika kondisi istri tengah menyusui bayi, kemudian suami minum susu istri, para ulama ada bebarapa pendapat di sebagian kalangan.

Madzhab Hanafi berselisih pendapat. Ada yang mengatakan boleh dan ada yang memakruhkan.

Dalam Al-Fatawa al-Hindiyah (5/356) disebutkan, “Tentang hukum minum susu wanita, untuk laki-laki yang sudah baligh tanpa ada kebutuhan mendesak, termasuk perkara yang diperselisihkan ulama belakangan.”

Dalam Fathul Qadir (3/446) disebutkan pertanyaan dan jawaban, “Bolehkah menyusu setelah dewasa? Ada yang mengatakan tidak boleh. Karena susu termasuk bagian dari tubuh manusia, sehingga tidak boleh dimanfaatkan, kecuali jika terdapat kebutuhan yang mendesak.”

Sikap yang lebih tepat adalah suami berusaha agar tidak minum susu istri dengan sengaja, karena dua hal:

Keluar dari perselisihan ulama. Karena ada sebagian yang melarang, meskipun hanya dihukumimakruh.
Perbuatan ini menyelisihi fitrah manusia.

Suami yang pernah minum susu istrinya, tidaklah menyebabkan dirinya menjadi anak persusuan bagi istrinya.

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin mengatakan: “Menyusui orang dewasa tidak memberi dampak apapun, karena menyusui seseorang yang menyebabkan adanya hubungan persusuan adalah menyusui sebanyak lima kali atau lebih dan dilakukan di masa anak itu belum usia disapih. Adapun menyusui orang dewasa tidak memberikan dampak apapun. Oleh karena itu, andaikan ada suami yang minum susu istrinya, maka si suami ini TIDAK kemudian menjadi anak sepersusuannya,” (Fatawa Islamiyah, 3/338). Wallohu alam bi shawwab.

Sumber: Pelangimuslim.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More